
Jakarta – Perawatan kulit tidak selalu harus dilakukan dari luar. Menjaga kesehatan tubuh dari dalam juga dapat menjadi bagian dari rutinitas untuk mendapatkan kulit yang sehat dan tampak segar. Salah satunya dengan mengonsumsi minuman herbal tradisional seperti jamu.
Jamu kembali banyak diminati karena dibuat dari berbagai rempah dan tanaman yang secara turun-temurun digunakan dalam pengobatan tradisional. Beberapa racikan bahkan dipercaya dapat mendukung kesehatan pencernaan, yang turut berkaitan dengan kondisi kulit.
Mengutip situs resmi Kementerian Kesehatan, kondisi saluran pencernaan dan keseimbangan bakteri baik di dalam usus dapat berhubungan dengan kesehatan kulit. Saluran cerna yang terjaga disebut dapat mendukung kondisi kulit agar lebih lembap, kenyal, dan tampak sehat.
Untuk melengkapinya, kamu bisa memasukkan sejumlah jamu tradisional ke dalam rutinitas harian. Berikut tujuh jenis jamu yang bisa menjadi pilihan.
1. Kunyit Asam
Kunyit asam merupakan salah satu racikan tradisional yang cukup populer. Minuman ini biasanya dibuat dari kunyit, asam jawa, gula merah, dan sedikit garam yang direbus kemudian disaring.
Kunyit mengandung kurkumin yang memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi. Kandungan tersebut membuat kunyit banyak dikaitkan dengan upaya melindungi sel dari efek stres oksidatif.
Selain diminum untuk menyegarkan tubuh, kunyit asam juga kerap dikonsumsi oleh perempuan untuk membantu meredakan rasa tidak nyaman ketika menstruasi.
2. Beras Kencur
Perpaduan beras, kencur, dan jahe menghasilkan minuman dengan rasa manis sekaligus sensasi hangat. Beras biasanya direndam terlebih dahulu sebelum dihaluskan bersama rempah-rempah.
Kencur dan jahe mengandung berbagai senyawa yang memiliki aktivitas antioksidan. Karena itu, beras kencur kerap dikonsumsi sebagai minuman tradisional untuk membantu menjaga kebugaran.
Bagi yang menyukai rasa lebih manis, gula merah dapat ditambahkan secukupnya.
3. Wedang Jahe
Wedang jahe termasuk racikan yang sederhana dan mudah dibuat di rumah. Jahe cukup dimemarkan lalu direbus bersama air dan gula merah. Kayu manis juga dapat ditambahkan untuk memberikan aroma yang lebih harum.
Jahe dikenal memiliki senyawa bioaktif dengan sifat antioksidan dan antiinflamasi. Minuman hangat ini juga sering dikonsumsi untuk memberikan rasa nyaman dan menghangatkan tubuh.
Kandungan antioksidannya turut membuat jahe banyak digunakan sebagai bagian dari pola konsumsi yang mendukung kesehatan tubuh secara umum.
4. Sinom
Berbeda dari wedang jahe, sinom memiliki rasa asam dan manis yang menyegarkan. Bahan utamanya adalah daun muda pohon asam jawa yang kemudian dimasak bersama sejumlah rempah, seperti kunyit, temulawak, kapulaga, dan kayu manis.
Gula merah maupun gula pasir biasanya digunakan untuk memberikan rasa manis. Sinom secara tradisional dikonsumsi sebagai minuman penyegar dan pendamping berbagai racikan jamu lainnya.
Kombinasi tanaman herbal di dalamnya juga dipercaya dapat mendukung metabolisme dan membuat tubuh terasa lebih segar.
5. Kunci Sirih
Jamu kunci sirih dibuat menggunakan beberapa bahan aromatik, seperti daun sirih, kencur, jahe, kayu manis, serai, dan asam jawa.
Secara tradisional, racikan ini banyak dikonsumsi untuk membantu menjaga kesegaran tubuh. Daun sirih sendiri mengandung berbagai senyawa tanaman yang telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional.
Kunci sirih juga kerap dikaitkan dengan perawatan tubuh dan kebersihan, termasuk membantu mengurangi bau badan.
6. Jamu Pahitan
Sesuai namanya, racikan ini mempunyai rasa pahit yang cukup kuat. Bahan yang digunakan dapat berupa sambiloto, brotowali, daun meniran, lempuyang, serai, adas, serta lengkuas.
Rasa pahit tersebut berasal dari senyawa alami pada sejumlah tanaman yang digunakan. Secara tradisional, jamu pahitan dipercaya membantu menjaga kebugaran dan mendukung metabolisme.
Jamu ini juga sering dikonsumsi sebagai bagian dari perawatan tradisional untuk membantu menjaga kondisi kulit, termasuk ketika muncul masalah seperti jerawat.
7. Jamu Gepyokan
Jamu gepyokan merupakan racikan yang terdiri dari beragam rempah dan tanaman herbal. Beberapa bahan yang dapat digunakan antara lain jahe, kunyit, kencur, temulawak, temu giring, daun katuk, lengkuas, lempuyang, dan gula merah.
Seluruh bahan biasanya direbus hingga sari dan aromanya keluar, kemudian air rebusannya disaring sebelum diminum.
Dalam penggunaan tradisional, jamu gepyokan dipercaya dapat membantu menjaga kebugaran, mendukung pengaturan berat badan, serta merawat kesehatan kulit.
Meski berbagai jamu memiliki sejarah panjang dalam pengobatan tradisional, konsumsi jamu sebaiknya tetap dilakukan secara bijak. Jamu bukan pengganti pola makan bergizi, tidur cukup, olahraga, maupun perawatan medis jika memang diperlukan.
Jika ingin menjadikan jamu sebagai minuman harian, perhatikan pula bahan tambahan seperti gula agar tidak dikonsumsi secara berlebihan. Dengan pola hidup seimbang, minuman herbal dapat menjadi salah satu pelengkap untuk menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh.
