
Jakarta – Kopi memang menjadi salah satu minuman favorit untuk menjaga tubuh tetap berenergi dan meningkatkan kewaspadaan. Namun, konsumsi kafein secara berlebihan dapat menimbulkan sejumlah efek samping, termasuk yang berkaitan dengan kondisi mata.
Selama dikonsumsi dalam jumlah wajar, kopi umumnya tidak terbukti secara langsung merusak penglihatan. Kekhawatiran muncul ketika seseorang mengonsumsi kafein dalam jumlah sangat tinggi atau memiliki faktor risiko tertentu pada kesehatan mata.
Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Investigative Ophthalmology & Visual Science menemukan adanya hubungan antara konsumsi kafein berlebihan dengan kondisi tertentu pada mata. Efek yang dirasakan juga bisa berbeda-beda pada setiap orang.
Lantas, seperti apa sebenarnya kaitan antara kopi dan kesehatan mata? Berikut penjelasannya.
1. Kopi tidak terbukti langsung menyebabkan kebutaan
Anggapan bahwa minum kopi dapat membuat seseorang kehilangan penglihatan perlu diluruskan. Sampai saat ini, tidak terdapat bukti kuat bahwa konsumsi kopi dalam jumlah sedang secara langsung menyebabkan kerusakan penglihatan permanen atau kebutaan.
Meski begitu, terlalu banyak kafein dapat menimbulkan efek samping pada tubuh. Pada sebagian orang, misalnya, konsumsi kafein berlebihan dapat disertai mata berkedut atau gangguan penglihatan sementara.
Keluhan tersebut umumnya bersifat ringan dan dapat menghilang setelah kadar kafein dalam tubuh menurun.
2. Kafein dapat menaikkan tekanan di dalam mata
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah efek kafein terhadap tekanan intraokular (TIO), yaitu tekanan di dalam bola mata.
Konsumsi kafein dapat menyebabkan peningkatan TIO untuk sementara waktu. Menurut National Eye Institute, tekanan intraokular yang tinggi merupakan salah satu faktor risiko glaukoma.
Glaukoma sendiri merupakan kelompok penyakit mata yang dapat merusak saraf optik dan menyebabkan kehilangan penglihatan apabila tidak ditangani.
Namun, peningkatan tekanan akibat kafein umumnya bersifat sementara dan tidak terlalu besar pada orang yang memiliki mata sehat. Risiko dapat menjadi perhatian lebih besar bagi orang yang sudah mempunyai faktor risiko glaukoma.
3. Kopi instan dikaitkan dengan risiko AMD
Jenis kopi yang dikonsumsi juga pernah menjadi perhatian peneliti.
Sebuah studi dari Hubei Medical University, China, menganalisis data UK Biobank untuk melihat hubungan antara kebiasaan minum kopi dengan kesehatan mata. Data tersebut mencakup jenis kopi yang dikonsumsi, seperti kopi instan, kopi bubuk, dan kopi rendah kafein.
Peneliti menemukan adanya hubungan antara kecenderungan genetik untuk mengonsumsi kopi instan dengan risiko degenerasi makula terkait usia atau age-related macular degeneration (AMD) kering.
AMD merupakan gangguan pada makula, bagian tengah retina yang berperan penting dalam menghasilkan penglihatan yang tajam dan jelas.
Penelitian yang menggunakan data genetik dalam jumlah besar tersebut menemukan hubungan antara konsumsi kopi instan dan risiko AMD kering. Namun, hasil ini menunjukkan asosiasi, sehingga belum dapat diartikan bahwa kopi instan secara langsung menyebabkan AMD.
4. Ada banyak faktor lain yang memengaruhi kesehatan mata
Masalah penglihatan tidak hanya berkaitan dengan kebiasaan minum kopi. Usia, faktor genetik, penyakit tertentu, dan gaya hidup juga dapat berperan.
Salah satu contohnya adalah AMD yang lebih sering ditemukan pada kelompok usia lanjut. Kondisi ini dapat mengganggu penglihatan bagian tengah dan menyulitkan seseorang melakukan aktivitas sehari-hari.
Glaukoma juga perlu diwaspadai karena kerusakan saraf optik yang tidak ditangani dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen.
Selain itu, katarak dapat menyebabkan lensa mata menjadi keruh. Ada pula retinopati diabetik yang terjadi ketika diabetes menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah retina.
5. Jadi, apakah harus berhenti minum kopi?
Tidak perlu langsung menghindari kopi hanya karena khawatir terhadap kesehatan mata. Bagi kebanyakan orang, konsumsi kopi dalam jumlah sedang tidak terbukti menyebabkan kebutaan atau kerusakan penglihatan permanen.
Yang perlu diperhatikan adalah jumlah kafein yang dikonsumsi. Asupan berlebihan dapat memicu berbagai keluhan, sementara efek kafein terhadap tekanan mata biasanya hanya berlangsung sementara.
Orang yang memiliki glaukoma atau faktor risiko penyakit mata sebaiknya lebih berhati-hati terhadap konsumsi kafein dan berkonsultasi dengan dokter mengenai batas yang sesuai.
Jadi, kopi bukanlah penyebab langsung gangguan penglihatan pada orang sehat. Namun, seperti halnya makanan dan minuman lain, konsumsinya tetap perlu dikontrol agar tidak berlebihan.
