
Menemukan tomat dengan kulit yang pecah atau terbelah memang sering membuat orang ragu untuk mengolahnya. Banyak yang langsung menganggap tomat tersebut sudah rusak, padahal kondisi ini tidak selalu menandakan buah sudah tidak layak makan.
Mengutip Southern Living (22/7/2026), tomat yang mengalami retakan masih bisa dikonsumsi selama belum menunjukkan tanda-tanda pembusukan. Menurut ahli gizi terdaftar Chelsea Edwards, bagian tomat yang rusak dapat dibuang terlebih dahulu, sementara bagian yang masih segar tetap dapat digunakan.
Ciri Tomat Terbelah yang Masih Aman Dikonsumsi
Tidak semua tomat yang pecah harus langsung masuk tempat sampah. Tomat masih tergolong aman digunakan jika memenuhi beberapa kondisi berikut:
- Retakan hanya terdapat pada bagian kulit luar.
- Tidak ditemukan jamur atau bercak hitam pada area yang terbuka.
- Tidak muncul aroma asam maupun bau busuk.
- Tekstur buah masih terasa padat dan tidak berlendir.
Jika bagian yang pecah hanya sedikit, potong area tersebut lalu segera gunakan sisa tomat untuk masakan atau konsumsi.
Meski masih aman, tomat yang sudah terbuka sebaiknya tidak disimpan dalam waktu lama. Bagian yang retak dapat menjadi jalur masuk bagi bakteri maupun jamur sehingga kualitas buah lebih cepat menurun.
Kondisi Tomat Pecah yang Sebaiknya Dibuang
Ada beberapa tanda yang menunjukkan tomat sudah tidak layak dikonsumsi, antara lain:
- Tumbuh jamur di sekitar bagian yang retak.
- Mengeluarkan aroma tidak sedap.
- Tekstur berubah menjadi terlalu lembek atau berlendir.
- Bagian yang terbuka menjadi tempat masuk serangga atau terlihat ada larva.
Tomat dengan kondisi tersebut berisiko mengalami kontaminasi mikroorganisme yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan jika dikonsumsi.
Penyebab Kulit Tomat Bisa Retak
Kulit tomat yang terbelah umumnya bukan akibat penyakit, melainkan perubahan kondisi air yang diterima tanaman.
Ketika tanaman mengalami kekurangan air dalam periode tertentu, lalu tiba-tiba mendapatkan hujan deras atau penyiraman berlebihan, buah tomat dapat menyerap air dalam jumlah besar.
Daging buah kemudian berkembang lebih cepat dibandingkan kemampuan kulit untuk meregang. Akibatnya, kulit tomat mengalami pecah atau retak.
Retakan pada tomat biasanya terbagi menjadi dua bentuk, yaitu retakan memanjang dari bagian sekitar tangkai ke arah luar (radial) dan retakan melingkar di sekitar tangkai (konsentris).
Kesimpulan
Tomat yang kulitnya terbelah tidak selalu berarti sudah rusak dan harus dibuang. Selama retakan masih kecil, tidak berjamur, tidak berbau aneh, serta bagian dalamnya masih segar, tomat tersebut masih dapat dikonsumsi setelah bagian yang rusak dipotong.
Namun, apabila sudah muncul tanda pembusukan seperti lendir, bau tidak sedap, atau pertumbuhan jamur, sebaiknya tomat tidak digunakan untuk menghindari risiko masalah kesehatan.
