
Jakarta – Kebiasaan makan sehari-hari ternyata perlu diperhatikan dalam upaya menjaga kesehatan mulut. Selain rokok, sejumlah makanan dan minuman juga kerap dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker mulut, terutama jika dikonsumsi terlalu sering.
Beberapa jenis makanan dapat menghasilkan senyawa tertentu selama proses pengolahan. Ada pula makanan dan minuman yang dapat berkaitan dengan peradangan atau faktor lain yang berpotensi memengaruhi kesehatan tubuh.
Karena itu, membatasi asupan tertentu dan memilih metode memasak yang lebih tepat dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat. Dikutip dari Eating Well, berikut lima jenis makanan dan minuman yang perlu diperhatikan:
1. Minuman beralkohol
Alkohol termasuk salah satu faktor yang kuat dikaitkan dengan risiko kanker mulut. Ketika masuk ke dalam tubuh, alkohol akan diuraikan dan menghasilkan asetaldehida, senyawa yang bersifat toksik.
Ahli gizi Taylor Janulewicz menyarankan untuk menghindari alkohol atau setidaknya membatasi konsumsinya sebagai salah satu upaya menurunkan risiko kanker mulut.
Paparan alkohol juga perlu diperhatikan dari produk yang digunakan di area mulut. Beberapa obat kumur mengandung alkohol, sehingga orang yang ingin menghindarinya dapat memilih produk bebas alkohol dan berkonsultasi dengan dokter gigi mengenai pilihan yang sesuai.
2. Daging olahan
Sosis, bacon, ham, dan berbagai jenis deli meat merupakan contoh daging olahan yang sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan.
Produk tersebut telah lama menjadi perhatian dalam penelitian mengenai risiko kanker. Menurut ahli bedah Veena Vats, kandungan nitrit dan nitrat yang digunakan sebagai bahan pengawet dapat berubah menjadi senyawa yang berpotensi memicu kanker di dalam tubuh.
Salah satu cara mengurangi konsumsi daging olahan adalah membuat sendiri irisan daging di rumah. Daging ayam atau dada kalkun dapat digunakan sebagai alternatif sehingga jumlah pengawet, gula, dan garam yang masuk ke tubuh dapat lebih mudah dikontrol.
3. Daging merah yang dimasak dengan panas tinggi
Bukan hanya jenis daging yang perlu diperhatikan, cara memasaknya juga dapat menjadi faktor penting. Daging merah seperti sapi, kambing, dan babi sebaiknya tidak terlalu sering dimasak menggunakan suhu yang sangat tinggi.
Veena Vats menjelaskan bahwa metode seperti memanggang, mengasapi, dan menggoreng dapat memicu pembentukan senyawa tertentu yang diketahui berpotensi menyebabkan kanker.
Untuk mengurangi pembentukan senyawa tersebut, daging dapat diolah dengan cara direbus, dikukus, atau disemur. Selain itu, bagian daging yang sampai gosong sebaiknya tidak dikonsumsi.
4. Makanan yang digoreng dalam suhu tinggi
Gorengan memang mudah ditemukan dan menjadi makanan yang populer, tetapi konsumsinya tetap perlu dibatasi. Proses menggoreng menggunakan suhu tinggi dapat menyebabkan terbentuknya sejumlah senyawa yang berpotensi membahayakan tubuh.
Menurut Veena Vats, senyawa yang muncul selama proses tersebut berpotensi menyebabkan kerusakan DNA pada jaringan mulut.
Penggunaan air fryer dapat menjadi alternatif untuk mengurangi jumlah minyak dan beberapa senyawa yang terbentuk saat memasak. Namun, Vats menyebut metode seperti mengukus dan merebus masih menjadi pilihan yang lebih aman.
5. Minuman tinggi gula
Soda, kopi dengan banyak gula, minuman energi, serta jus yang mendapatkan tambahan pemanis merupakan contoh minuman yang sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu sering.
Pola konsumsi minuman manis secara rutin telah dikaitkan dengan sejumlah masalah kesehatan dan dalam beberapa penelitian juga dikaitkan dengan risiko kanker, termasuk kanker mulut.
Veena Vats menyebut penelitian terbaru menemukan adanya kaitan antara konsumsi setidaknya satu minuman berpemanis setiap hari dengan risiko kanker mulut yang lebih tinggi pada wanita.
Sebagai pilihan yang lebih sehat, ahli gizi Stacy Davis menyarankan mengganti minuman berpemanis dengan air putih atau teh tanpa gula. Jika ingin memberikan rasa tambahan, potongan buah segar dapat dimasukkan ke dalam air.
Perhatikan pola makan secara keseluruhan
Menghindari satu jenis makanan saja tidak serta-merta membuat seseorang terbebas dari risiko kanker mulut. Berbagai faktor, termasuk kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, pola makan, dan gaya hidup secara keseluruhan dapat berperan.
Karena itu, membatasi daging olahan, makanan yang dimasak dengan suhu sangat tinggi, gorengan, minuman manis, dan alkohol dapat menjadi salah satu langkah untuk membangun pola makan yang lebih sehat.
Selain menjaga asupan, pemeriksaan kesehatan mulut secara rutin serta menghindari kebiasaan yang meningkatkan risiko juga penting untuk membantu menjaga kesehatan rongga mulut.
