
Jakarta – Ketika menjalani program penurunan berat badan, perhatian biasanya lebih banyak tertuju pada makanan. Padahal, minuman yang dikonsumsi setiap hari juga dapat memengaruhi jumlah kalori dan keberhasilan diet.
Minuman tinggi gula dan kalori bisa membuat usaha mengurangi berat badan menjadi lebih sulit. Sebaliknya, memilih minuman dengan kandungan nutrisi yang sesuai dapat membantu menjaga rasa kenyang, memenuhi kebutuhan cairan, dan mendukung pola makan yang lebih sehat.
Ahli gizi Terry Tateossian mengatakan kepada Eat This, Not That! bahwa strategi mengurangi lemak tubuh tidak hanya soal mengurangi jumlah makanan dan minuman, tetapi juga memilih jenis asupan yang lebih tepat.
Beberapa minuman berikut disebut dapat menjadi bagian dari pola makan yang mendukung pengurangan lemak tubuh.
1. Teh Hijau dan Matcha
Teh hijau serta matcha dikenal mengandung senyawa antioksidan, termasuk EGCG. Senyawa tersebut banyak diteliti karena potensinya dalam mendukung metabolisme dan oksidasi lemak.
Selain itu, teh hijau juga dikaitkan dengan manfaat untuk kesehatan jantung dan membantu melawan peradangan.
Agar lebih sehat, pilih teh hijau atau matcha tanpa tambahan gula berlebihan. Dengan begitu, asupan kalorinya tetap rendah.
2. Kaldu Tulang
Kaldu tulang sempat populer sebagai salah satu minuman yang dikonsumsi saat menjalani diet. Minuman ini mengandung protein dan sejumlah asam amino, sementara kalorinya dapat relatif rendah tergantung bahan dan cara pembuatannya.
Protein dapat membantu memberikan rasa kenyang sehingga kaldu tulang bisa menjadi alternatif untuk mengganjal lapar di antara waktu makan.
Namun, perhatikan kandungan garamnya, terutama jika menggunakan produk kaldu siap konsumsi.
3. Teh Jahe atau Kayu Manis
Rempah-rempah sederhana seperti jahe dan kayu manis dapat diolah menjadi minuman hangat tanpa perlu menambahkan banyak kalori.
Keduanya kerap dikaitkan dengan manfaat untuk pencernaan dan pengaturan kadar gula darah. Teh herbal tersebut juga bisa menjadi pilihan minuman malam hari sebagai pengganti minuman manis.
Meski demikian, minuman jahe atau kayu manis bukan pembakar lemak instan. Manfaatnya akan lebih optimal jika menjadi bagian dari pola makan dan gaya hidup yang sehat.
4. Air Kelapa Tanpa Gula
Air kelapa dapat menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan cairan, terutama setelah beraktivitas atau berolahraga.
Minuman ini mengandung elektrolit seperti kalium. Namun, pilih air kelapa tanpa tambahan gula agar kandungan kalorinya tidak meningkat secara signifikan.
Tetap perlu diingat bahwa air kelapa bukan minuman khusus untuk membakar lemak. Manfaat utamanya lebih berkaitan dengan hidrasi dan kandungan elektrolit.
5. Protein Shake
Protein shake dapat membantu memenuhi kebutuhan protein harian sekaligus memberikan rasa kenyang. Minuman ini dapat menjadi pilihan praktis, terutama bagi orang yang kesulitan mendapatkan cukup protein dari makanan.
Namun, tidak semua protein shake memiliki komposisi yang sama. Beberapa produk mengandung gula dan kalori cukup tinggi.
Karena itu, periksa label nutrisi sebelum memilih produk. Pilih yang kandungan proteinnya sesuai kebutuhan dan tidak memiliki tambahan gula berlebihan.
Protein shake juga dapat dikonsumsi sebagai camilan ketika rasa lapar mulai muncul agar tidak berujung pada makan berlebihan.
6. Air dengan Campuran Cuka Apel
Cuka apel sering dikaitkan dengan kemampuan membantu mengontrol kadar gula darah dan meningkatkan sensitivitas insulin. Hal tersebut membuatnya populer di kalangan orang yang sedang menjalani program diet.
Jika ingin mengonsumsinya, cuka apel harus diencerkan terlebih dahulu dengan air. Jangan diminum dalam kondisi pekat karena dapat mengiritasi saluran pencernaan dan berpotensi merusak enamel gigi.
Bagi orang yang memiliki masalah lambung dan mengalami keluhan setelah mengonsumsinya, sebaiknya hentikan penggunaan.
Bukan Berarti Lemak Langsung Luntur
Meski beberapa minuman di atas memiliki kandungan yang berpotensi mendukung metabolisme atau membantu mengontrol nafsu makan, tidak ada minuman yang secara ajaib membakar lemak dalam waktu singkat.
Penurunan body fat tetap bergantung pada pola makan secara keseluruhan, keseimbangan energi, aktivitas fisik, tidur yang cukup, dan konsistensi menjalani gaya hidup sehat.
Jadi, jadikan keenam minuman tersebut sebagai pelengkap diet, bukan sebagai satu-satunya cara untuk menurunkan lemak tubuh.
