
BINTANG muda tim nasional Spanyol, Lamine Yamal, menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak mempermasalahkan minimnya jumlah gol yang ia cetak sepanjang turnamen Piala Dunia 2026. Bagi pemain Barcelona tersebut, prioritas utamanya adalah membawa La Roja mengangkat trofi juara di akhir kompetisi.
Pernyataan tersebut disampaikan Yamal setelah Spanyol berhasil menumbangkan Belgia dengan skor tipis 2-1 pada babak perempat final yang berlangsung di Los Angeles, Sabtu (11/7). Kemenangan ini memastikan langkah Spanyol ke babak semifinal untuk menghadapi tantangan berat dari Prancis.
Fokus pada Kemenangan Tim
Di saat deretan penyerang top dunia seperti Lionel Messi, Kylian Mbappe, Erling Haaland, hingga Harry Kane terus menambah pundi-pundi gol mereka, Yamal tercatat baru mengoleksi satu gol di turnamen ini. Gol tunggal tersebut ia sarangkan saat Spanyol menang telak 4-0 atas Arab Saudi di fase grup.
“Tentu saya ingin mencetak gol, tetapi saya tidak masuk ke lapangan dengan memikirkan hal itu. Saya bermain untuk membantu tim,” ujar Yamal sebagaimana dikutip dari AFP.
Pemain yang kini berusia 18 tahun itu menambahkan bahwa sejarah hanya akan mencatat tim mana yang menjadi juara, bukan siapa yang mencetak gol paling banyak. “Jika kami menjuarai Piala Dunia, tidak ada yang akan mengingat apakah saya mencetak gol atau tidak. Yang terpenting adalah menang,” tegasnya.
Kontribusi di Luar Statistik Gol
Yamal menilai bahwa kontribusi seorang pemain di lapangan tidak bisa hanya diukur melalui statistik gol semata. Ia merasa pergerakannya di lini depan memberikan ruang bagi rekan setimnya karena sering kali memancing perhatian lebih dari pemain bertahan lawan.
“Saya tahu bisa memberikan kontribusi meski tidak mencetak gol. Saya tahu pergerakan saya menarik banyak pemain lawan, jadi saya melakukan semua yang saya bisa untuk membantu tim,” jelasnya.
Situasi ini mengingatkan publik pada performa Yamal di Piala Eropa 2024. Saat itu, ia juga hanya mencetak satu gol—yakni ke gawang Prancis di semifinal—namun berhasil membawa Spanyol keluar sebagai juara Eropa di usia yang baru 16 tahun.
“Ada anggapan bahwa saya seharusnya mencetak lebih banyak gol, seperti di Piala Eropa. Namun kami menjuarai Piala Eropa dengan saya hanya mencetak satu gol. Di sini saya juga baru mencetak satu gol, jadi saya santai saja,” tambahnya.
Optimisme Menjelang Semifinal Lawan Prancis
Spanyol kini bersiap menghadapi Prancis di babak empat besar. Laga ini akan terasa spesial bagi Yamal karena ia akan merayakan ulang tahunnya yang ke-19 tepat sehari sebelum pertandingan krusial tersebut digelar.
Menghadapi Les Bleus yang tampil produktif sepanjang turnamen, Yamal tetap menunjukkan rasa percaya diri yang tinggi. Ia merujuk pada rekam jejak pertemuan kedua tim dalam beberapa turnamen besar terakhir.
“Ada dua kemungkinan, mereka mencapai final Piala Dunia ketiga secara beruntun atau kami mengalahkan mereka tiga kali berturut-turut. Kita lihat saja apa yang akan terjadi. Kami sama sekali tidak takut,” pungkasnya.
