BERITAKAMPUS — Dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2025, Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) menempati posisi pertama sebagai prodi akademik terketat.
Dalam konferensi pers pengumuman SNBP 2025 (18/3/2025), Eduart Wolok, Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB, menyatakan, “Untuk 10 prodi akademik terketat yang pertama adalah Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Jakarta.”
Ini adalah hasil dari 1.429 pendaftar dan hanya 16 yang diterima, dengan tingkat keketatan 1,12 persen.
Saat berbicara kepada media di kampus UNJ di Jakarta pada tanggal 18 Maret 2025, Syaifudin, Kepala Kantor Humas dan Informasi Publik UNJ, mengatakan, “Hal ini menunjukkan tingginya minat dan persaingan di kalangan calon mahasiswa untuk masuk ke prodi ini.”
Syaifudin menambahkan bahwa Prodi Seni Kuliner dan Pengolahan Jasa Makanan dari Fakultas Teknik UNJ menempati urutan ketujuh dari sepuluh prodi terketat di SNBP 2025 dalam kategori vokasi.
Dengan 571 orang mendaftar untuk produk ini, hanya 12 orang yang diterima, dengan tingkat keketatan 2,10 persen.
Syaifudin menjelaskan bahwa minat tinggi calon mahasiswa terhadap bidang komunikasi dan kuliner, yang semakin berkembang dan memiliki prospek kerja yang menjanjikan, tercermin dalam kedua program studi ini.
Rektor UNJ, Prof. Komarudin, menyatakan bahwa UNJ, yang sekarang berstatus PTN BH (Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum), bersiap untuk membawa perubahan, mendorong kerja sama, dan maju dalam berbagai bidang riset dan inovasi.
Prof. Komarudin menjelaskan bahwa empat hal yang harus diperhatikan setelah UNJ menjadi PTNBH. Pertama, dia ingin kepemimpinan yang transformasional, adaptif, dan kolaboratif di tingkat unit.
Prof. Komarudin menyatakan, “Kedua, Transformasi SDM UNJ menjadi Capital Human dan Intellectual. Ketiga, Penataan Kelembagaan SDM secara lincah, tanggap, dan keberlanjutan dari hulu ke hilir.”
Prof. Komarudin menambahkan, “Keempat, Komitmen untuk menghubungkan Inovasi Tridharma Perguruan Tinggi dengan benefit bagi universitas, masyarakat, bangsa, dan negara yang sejalan dengan inovasi untuk masyarakat.”
Pendidikan tinggi edukatif dan transformatif
Prof. Fahrurrozi, Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Sistem Informasi, menyatakan bahwa UNJ memberikan anggaran yang signifikan untuk penelitian dan Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).
Prof. Fahrurrozi menyatakan bahwa dosen didorong untuk menghasilkan hasil luaran dari penelitian. Kami sangat berharap peneliti menghasilkan produk yang kemudian dihilirisasi dan dapat memberi dampak kepada masyarakat.
Selain itu, dia menambahkan, “Peneliti ini tidak hanya mendapatkan poin untuk kepentingan pangkat, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat dari hasil penelitian yang sudah dihilirisasi.”
Selain itu, rektor UNJ menyatakan bahwa transformasi UNJ menjadi PTNBH akan membawa semangat pendidikan yang edukatif dan transformatif, sesuai dengan motto UNJ, “Intelektualitas—Dignitas”, yang berarti mencerdaskan dan memartabatkan.
Rektor UNJ menyimpulkan, “Dengan semangat pendidikan yang edukatif dan transformatif ini, diharapkan lulusan UNJ tidak hanya memiliki kemampuan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat dengan nilai-nilai moral, etika, dan keterampilan sosial yang ditanamkan pada mereka.”
SUMBER KOMNPAS.COM : Ilmu Komunikasi UNJ Jadi Prodi Akademik Terketat di SNBP 2025