
Jakarta – Rasa penuh, begah, dan kembung setelah makan memang bisa terasa mengganggu. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan penumpukan gas di saluran pencernaan, pola makan, sembelit, atau sensitivitas terhadap makanan tertentu.
Selain memperhatikan makanan yang dikonsumsi, pilihan minuman juga dapat menjadi bagian dari kebiasaan yang membantu membuat pencernaan terasa lebih nyaman. Beberapa jenis minuman, terutama yang berbahan herbal, telah lama digunakan untuk membantu mengatasi keluhan pencernaan.
Berikut sejumlah minuman yang bisa dicoba ketika perut terasa kembung dan penuh gas.
1. Air Putih
Pilihan paling sederhana untuk membantu menjaga pencernaan tetap nyaman adalah air putih. Mencukupi kebutuhan cairan membantu tubuh menjalankan berbagai fungsi, termasuk proses pencernaan.
Air putih juga dapat membantu mencegah sembelit. Kondisi sulit buang air besar dapat membuat perut terasa semakin penuh dan tidak nyaman.
Jika lebih menyukai minuman hangat, air putih hangat bisa menjadi alternatif. Suhu hangat dapat memberikan sensasi rileks dan nyaman pada tubuh, meskipun efeknya terhadap kembung dapat berbeda pada setiap orang.
2. Teh Jahe
Jahe telah banyak digunakan untuk membantu mengatasi berbagai keluhan pencernaan. Mengolahnya menjadi teh dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk mengonsumsinya.
Senyawa bioaktif dalam jahe, seperti gingerol dan shogaol, memiliki sifat antioksidan dan antiradang. Beberapa penelitian juga menunjukkan jahe berpotensi mendukung pergerakan saluran pencernaan sehingga proses pencernaan dapat berlangsung lebih baik.
Namun, sebagian penelitian menggunakan jahe dalam bentuk atau dosis yang lebih tinggi daripada jumlah yang biasanya terdapat dalam secangkir teh. Karena itu, teh jahe sebaiknya dipandang sebagai pelengkap pola hidup sehat, bukan pengobatan utama untuk gangguan pencernaan.
3. Teh Peppermint
Teh peppermint dapat menjadi pilihan lain ketika perut terasa penuh atau begah. Kandungan mentol dalam peppermint diketahui memiliki efek yang dapat membantu membuat otot saluran pencernaan lebih rileks.
Relaksasi tersebut berpotensi membantu gas bergerak melalui saluran pencernaan sehingga rasa tidak nyaman dapat berkurang. Peppermint juga telah diteliti pada orang dengan gangguan pencernaan tertentu, termasuk irritable bowel syndrome atau IBS.
Meski demikian, respons setiap orang bisa berbeda. Orang yang memiliki keluhan refluks atau sensitif terhadap peppermint sebaiknya memperhatikan apakah minuman ini justru memperburuk gejala.
4. Teh Chamomile
Secangkir teh chamomile dapat menjadi pilihan terutama ketika ingin menikmati minuman hangat dan menenangkan setelah makan.
Chamomile mengandung senyawa tumbuhan seperti apigenin yang memiliki sifat antioksidan. Tanaman ini juga secara tradisional digunakan untuk membantu memberikan efek relaksasi.
Rasa rileks tersebut dapat menjadi nilai tambah bagi orang yang mengalami ketidaknyamanan perut ketika sedang stres. Meski demikian, penelitian mengenai efektivitas chamomile secara khusus untuk mengatasi kembung masih diperlukan.
5. Kombucha
Kombucha merupakan minuman berbahan dasar teh yang mengalami proses fermentasi. Minuman ini populer karena mengandung mikroorganisme hasil fermentasi dan sering dikaitkan dengan kesehatan saluran pencernaan.
Kandungan tersebut berpotensi mendukung keseimbangan mikroorganisme di usus. Namun, kombucha tidak selalu cocok untuk semua orang. Proses fermentasi dan bahan tambahan yang digunakan dapat memengaruhi kandungan gula maupun tingkat keasamannya.
Jika ingin mencobanya, pilih produk dengan gula tambahan yang tidak berlebihan. Minuman tinggi gula atau berkarbonasi justru dapat membuat sebagian orang merasa lebih kembung.
Jangan Lupa Perhatikan Penyebabnya
Minuman tertentu mungkin membantu membuat perut terasa lebih nyaman, tetapi kembung tidak selalu disebabkan oleh hal yang sama. Jenis makanan, kebiasaan makan terlalu cepat, sembelit, intoleransi makanan, hingga kondisi seperti IBS dapat menjadi pemicunya.
Karena itu, selain mencoba minuman yang sesuai, penting memperhatikan pola makan dan kebiasaan sehari-hari. Mengonsumsi makanan secara perlahan, mencukupi cairan, tetap aktif bergerak, dan mengenali makanan yang memicu keluhan dapat membantu mengurangi masalah gas dan kembung.
Jika kembung berlangsung terus-menerus, semakin berat, atau disertai keluhan lain yang mengkhawatirkan, sebaiknya periksakan diri ke tenaga kesehatan untuk mengetahui penyebabnya.
