
Jakarta – Milk tea menjadi salah satu minuman kekinian yang banyak digemari karena perpaduan rasa teh, susu, dan cita rasa manis yang khas. Berbagai tambahan seperti boba, jelly, atau pudding membuat minuman ini semakin menarik untuk dinikmati.
Namun, di balik rasanya yang menyegarkan, konsumsi milk tea secara berlebihan dapat memberikan dampak kurang baik bagi kesehatan. Kandungan gula, susu, dan kafein di dalamnya perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan masalah bagi tubuh.
Mengutip Starhealth, berikut sejumlah efek yang dapat muncul jika terlalu sering mengonsumsi milk tea.
1. Berat badan meningkat hingga risiko obesitas
Salah satu hal yang perlu diwaspadai dari milk tea adalah kandungan kalori yang berasal dari gula, susu, dan berbagai topping tambahan.
Jika dikonsumsi terlalu sering tanpa memperhatikan kebutuhan energi harian, minuman ini dapat menyebabkan penumpukan kalori yang berujung pada kenaikan berat badan. Dalam jangka panjang, kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes tipe 2, serta penyakit jantung.
2. Mengganggu kualitas tidur
Kandungan kafein dalam teh yang digunakan sebagai bahan dasar milk tea dapat memengaruhi pola tidur.
Terlebih jika diminum menjelang malam, kafein dapat membuat seseorang lebih sulit tidur atau mengalami insomnia. Kurang tidur yang berlangsung terus-menerus dapat berdampak pada kesehatan mental, produktivitas, hingga meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis.
3. Menimbulkan gangguan pencernaan
Tidak semua orang dapat mengonsumsi milk tea dengan nyaman. Bagi mereka yang memiliki intoleransi laktosa, kandungan susu dalam minuman ini dapat menyebabkan keluhan seperti perut kembung, banyak gas, hingga diare.
Selain itu, kafein dalam teh juga dapat membuat lambung lebih sensitif, terutama jika milk tea diminum saat kondisi perut kosong.
4. Memperburuk masalah asam lambung
Milk tea juga berpotensi memicu naiknya asam lambung, terutama jika dibuat menggunakan susu tinggi lemak.
Kondisi tersebut dapat menyebabkan rasa panas di dada atau heartburn. Orang yang memiliki riwayat maag maupun GERD sebaiknya membatasi konsumsi minuman ini agar gejalanya tidak semakin parah.
5. Berisiko menyebabkan dehidrasi
Walaupun berbentuk cairan, milk tea tidak selalu membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
Kandungan kafein dalam teh memiliki efek diuretik yang dapat membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan. Jika tidak diimbangi dengan cukup minum air putih, kondisi ini dapat menyebabkan dehidrasi hingga gangguan pencernaan seperti sembelit.
6. Mengurangi penyerapan nutrisi tertentu
Perpaduan teh dan susu dalam milk tea juga dapat memengaruhi penyerapan beberapa kandungan nutrisi.
Protein dalam susu dapat berinteraksi dengan senyawa antioksidan dalam teh sehingga manfaatnya tidak terserap secara maksimal. Selain itu, kandungan tanin pada teh dapat menghambat penyerapan zat besi apabila dikonsumsi dalam jumlah tinggi secara terus-menerus.
Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kekurangan zat besi atau anemia pada sebagian orang.
7. Meningkatkan risiko penyakit kronis
Tingginya kandungan gula menjadi salah satu alasan utama milk tea perlu dikonsumsi dengan batas yang wajar.
Asupan gula berlebihan dapat menyebabkan gangguan metabolisme seperti resistensi insulin yang menjadi faktor risiko diabetes. Selain itu, konsumsi gula dan lemak secara berlebihan juga dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya penyakit jantung serta memicu peradangan dalam tubuh.
Milk tea tetap dapat dinikmati sesekali selama porsinya dikontrol. Keseimbangan pola makan secara keseluruhan menjadi faktor utama agar tubuh tetap mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan tanpa mengalami dampak negatif dari konsumsi gula maupun kalori berlebih.
