BERITAKAMPUS — Salah satu orang terkaya di dunia, Warren Buffett, memperoleh kekayaannya melalui investasi yang cerdas dan gaya hidup hemat. Kebijaksanaan finansialnya melampaui dunia bisnis dan memberi inspirasi kepada kelas menengah yang ingin mendapatkan stabilitas keuangan.
“Seseorang bisa duduk di bawah naungan hari ini karena seseorang menanam pohon sejak lama,” sebut Warren Buffett.
Meskipun menjadi salah satu orang terkaya di dunia dengan kekayaan bersih lebih dari 140,8 miliar dollar AS, Buffett menjalani gaya hidup sederhana yang mencerminkan filosofi keuangannya.
Investor kawakan ini menekankan pentingnya hidup di bawah kemampuan, menghindari pengeluaran yang tidak perlu, serta berinvestasi pada diri sendiri dan masa depan.
Buffett menyarankan kelas menengah untuk menghentikan 5 hal agar dapat menghemat jumlah uang yang signifikan dan mengarahkannya untuk membangun kekayaan jangka panjang serta keamanan finansial.
Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini, bahkan mereka yang berpenghasilan sederhana dapat bekerja menuju kekayaan yang berkelanjutan dan keamanan ekonomi.
Apa saja kelima hal tersebut?
Simak 5 hal yang harus dihentikan oleh kelas menengah menurut Warren Buffett seperti dilansir daro New Trade U, Rabu (5/3/2025).
1. Mobil baru
“Jangan menabung dari sisa pengeluaran, tetapi belanjakan dari sisa tabungan,” kata Warren Buffett.
Salah satu nasihat Buffett yang paling konsisten adalah menghindari pembelian mobil baru. Ia melihat kendaraan sebagai aset yang mengalami depresiasi nilai dengan cepat.
Mobil baru dapat kehilangan hingga 20 persen dari nilainya dalam tahun pertama dan hingga 60% dalam lima tahun pertama. Artinya, mobil seharga 30.000 dollar AS mungkin hanya bernilai 12.000 dollar AS setelah lima tahun.
Contoh nyata adalah kepemilikan mobil Buffett sendiri. Dia mengendarai Cadillac DTS 2006 selama hampir satu dekade dan baru menggantinya pada 2014 atas desakan putrinya.
Pendekatannya terhadap kepemilikan mobil lebih menekankan pada kepraktisan dibandingkan status sosial.
Alih-alih membeli mobil baru dalam kondisi sempurna, Buffett memilih kendaraan yang mengalami kerusakan akibat hujan es untuk menghindari depresiasi awal yang besar, dengan fokus pada keandalan dibandingkan kemewahan atau status.
2. Langganan dan biaya yang tidak perlu
“Jika Anda membeli barang yang tidak Anda butuhkan, segera Anda akan menjual barang yang Anda butuhkan,” ucap Warren Buffett.
Di era digital saat ini, langganan dan biaya berulang dapat dengan cepat menumpuk tanpa kita sadari.
“Penguras keuangan yang tidak terlihat” ini dapat berdampak signifikan pada kesehatan finansial kita seiring waktu. Misalnya, layanan streaming yang jarang digunakan, keanggotaan gym yang tidak terpakai, layanan pengantaran, dan berbagai kemudahan lainnya.
Uang yang dihabiskan untuk keanggotaan gym yang tidak digunakan sebaiknya disimpan. Rutinitas kebugaran gratis atau berbiaya rendah bisa sama efektifnya jika dilakukan secara konsisten.
Kuncinya adalah secara rutin meninjau langganan dan menghilangkan yang tidak memberikan manfaat nyata dalam kehidupan Anda.
Buffett tidak menyukai pemborosan dan sangat menghargai setiap sen yang dia keluarkan. Bahkan, jika panggilannya tidak tersambung, ia selalu mengambil kembali koin telepon umum. Ini pasti tidak akan menghabiskan uang untuk langganan yang tidak digunakan.
3. Rumah besar
Buffett mengakui pentingnya memiliki rumah, tetapi ia memperingatkan terhadap kebiasaan terus-menerus meningkatkan ukuran rumah. Praktik ini, yang umum di kalangan kelas menengah, dapat menyebabkan tekanan keuangan dan menghambat akumulasi kekayaan dalam jangka panjang.
Buffett sendiri menjadi contoh dengan tetap tinggal di rumah yang ia beli di Omaha, Nebraska, pada tahun 1958 seharga 31.500 dollar AS. Pendekatannya terhadap perumahan menekankan kepraktisan dan hidup sesuai kemampuan.
Pindah ke rumah yang lebih besar sering kali meningkatkan pembayaran hipotek, pajak properti, serta biaya perawatan dan utilitas yang lebih tinggi.
“Harga adalah apa yang Anda bayar. Nilai adalah apa yang Anda dapatkan,” ucap Warren Buffett.
Pendekatan Buffett dalam berbelanja menekankan kualitas dibandingkan kuantitas. Meskipun membeli barang murah atau produk merek tidak terkenal tampak lebih hemat, Buffett berpendapat bahwa cara ini sering kali lebih mahal dalam jangka panjang.
Dia menyarankan untuk berinvestasi dalam barang berkualitas tinggi yang lebih tahan lama, baik dalam hal saham maupun produk.
Filosofi ini berlaku untuk segala hal, mulai dari pakaian hingga peralatan rumah tangga. Dengan memilih kualitas daripada kuantitas, Anda dapat mengurangi frekuensi penggantian dan menghemat uang dalam jangka panjang.
Pendekatan Buffett di sini adalah memahami biaya nyata suatu barang sepanjang masa pakainya, bukan hanya harga awalnya.
5. Judi
“Perjudian dan tiket lotre adalah pajak bagi orang-orang yang tidak memahami matematika,” tegas Warren Buffett.
Buffett secara konsisten mengkritik perjudian dan tiket lotre. Meskipun ia mengambil risiko yang diperhitungkan dalam bisnis dan investasi, ia melihat perjudian sebagai kesalahan dalam memahami probabilitas serta sebagai gejala harapan akan kekayaan instan, bukan membangunnya secara sistematis melalui tabungan dan investasi.
Daya tarik untuk cepat kaya sering kali menggoda mereka yang memiliki literasi keuangan terbatas. Namun, Buffett menekankan pentingnya memahami peluang dan probabilitas.
Dia meyakini bahwa uang yang dihabiskan untuk berjudi akan lebih baik jika diinvestasikan dalam aset yang lebih mungkin memberikan pengembalian dari waktu ke waktu.
SUMBER KOMPAS.COM : Saran Warren Buffett: Kelas Menengah Harus Berhenti Melakukan 5 Hal Ini