
Jakarta – Segelas es kopi memang terasa menyegarkan ketika matahari sedang terik. Namun, saat tubuh menghadapi suhu panas ekstrem, ahli menyarankan untuk lebih memperhatikan pilihan minuman, terutama yang mengandung kafein.
Cuaca panas membuat tubuh mengeluarkan lebih banyak cairan melalui keringat. Jika kondisi tersebut dibarengi dengan asupan cairan yang tidak mencukupi, risiko dehidrasi pun dapat meningkat.
Kopi menjadi salah satu minuman yang perlu diperhatikan karena kandungan kafeinnya. Mengutip Food and Wine, kafein memiliki efek diuretik ringan yang dapat meningkatkan pengeluaran urine. Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Science and Medicine in Sport pada 2015 juga membahas efek diuretik tersebut.
Meski efeknya tergolong ringan, kondisi ini patut menjadi perhatian ketika seseorang sedang berada dalam lingkungan yang sangat panas. Pasalnya, tubuh sudah kehilangan cairan melalui keringat akibat paparan suhu tinggi.
Matcha bisa menjadi pilihan bagi mereka yang tetap ingin mengonsumsi minuman berkafein.
Ahli gizi dan kesehatan Linda Lin mengatakan matcha dapat menjadi alternatif yang lebih lembut dibandingkan kopi ketika cuaca sedang panas.
Dari segi kandungan kafein, jumlahnya juga bisa lebih rendah. Secangkir matcha yang dibuat menggunakan sekitar 2-4 gram bubuk matcha mengandung sekitar 38-176 miligram kafein, tergantung jenis dan kualitasnya.
Sebagai perbandingan, secangkir kopi umumnya mengandung sekitar 95-200 miligram kafein. Jumlah tersebut tentu dapat berbeda tergantung jenis kopi dan cara penyajiannya.
Selain kafein, matcha memiliki keunggulan lain karena mengandung L-theanine. Senyawa ini tidak ditemukan dalam kopi dan dapat bekerja bersama kafein untuk membantu meningkatkan fokus serta membuat efeknya terasa lebih bertahan lama.
Namun, bukan berarti matcha harus menjadi satu-satunya pilihan ketika cuaca panas. Prioritas utama tetap memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan minuman yang mampu membantu menggantikan cairan yang hilang.
Air kelapa dapat menjadi salah satu pilihan karena memberikan cairan sekaligus elektrolit. Minuman elektrolit juga dapat dipertimbangkan, terutama ketika tubuh kehilangan banyak cairan akibat berkeringat.
Pilihan lainnya adalah es teh dari seduhan herbal yang dapat memberikan sensasi menyegarkan tanpa harus selalu mengandalkan kopi.
Jadi, ketika suhu sedang sangat tinggi, penikmat kopi sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan rasa dingin dari minumannya. Kebutuhan hidrasi juga penting diperhatikan, terutama jika tubuh banyak berkeringat. Bagi yang tetap ingin mendapatkan asupan kafein, matcha dapat menjadi salah satu alternatif yang bisa dicoba.
