
Jakarta – Sedang menjalani program penurunan berat badan? Pemilihan makanan menjadi salah satu hal yang tidak boleh diabaikan. Kedelai dan berbagai produk olahannya bisa menjadi salah satu pilihan karena mengandung protein, serat, serta sejumlah nutrisi yang mendukung pola makan seimbang.
Tak hanya membantu memberikan rasa kenyang, kandungan nutrisi dalam kedelai juga dapat mendukung pemeliharaan massa otot selama proses menurunkan berat badan.
Dikutip dari Prettislim, berikut sejumlah alasan kedelai dapat dimasukkan ke dalam menu diet.
1. Protein Tinggi Bantu Kenyang
Protein menjadi salah satu nutrisi penting ketika seseorang sedang mengurangi berat badan. Nutrisi ini dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga keinginan untuk makan berlebihan atau ngemil dapat lebih terkendali.
Kedelai termasuk sumber protein nabati yang cukup baik. Asupan protein yang memadai juga dibutuhkan untuk mempertahankan massa otot, terutama ketika tubuh sedang berada dalam kondisi defisit kalori.
Dengan massa otot yang tetap terjaga, metabolisme tubuh pun dapat lebih optimal selama menjalani program penurunan berat badan.
2. Kandungan Lemak Jenuh Relatif Rendah
Kedelai juga dapat menjadi alternatif sumber protein dengan kandungan lemak jenuh yang relatif rendah. Hal ini membuatnya berbeda dari sejumlah sumber protein hewani yang umumnya memiliki kandungan lemak jenuh lebih tinggi.
Mengganti sebagian sumber protein dengan pilihan berbahan kedelai dapat menjadi bagian dari pola makan yang lebih sehat. Konsumsi makanan dengan komposisi lemak yang lebih baik juga berkaitan dengan upaya menjaga kesehatan jantung dan kadar kolesterol.
3. Kaya Serat dan Asam Amino
Selain protein, kedelai mengandung serat yang dapat membantu mendukung kesehatan pencernaan sekaligus memperpanjang rasa kenyang.
Rasa kenyang yang bertahan lebih lama dapat membantu seseorang mengontrol jumlah makanan yang dikonsumsi sepanjang hari. Hal tersebut penting dalam menciptakan defisit kalori yang diperlukan untuk menurunkan berat badan.
Kedelai juga menyediakan berbagai asam amino yang diperlukan tubuh untuk pembentukan dan pemeliharaan jaringan otot. Asupan protein yang cukup menjadi semakin penting ketika seseorang sedang berusaha mengurangi lemak tubuh tanpa kehilangan terlalu banyak massa otot.
4. Mengandung Isoflavon
Kedelai merupakan salah satu sumber isoflavon, yaitu senyawa alami dari kelompok fitoestrogen. Kandungan ini menjadi salah satu komponen yang membuat kedelai banyak diteliti terkait metabolisme dan kesehatan secara umum.
Selain empat keunggulan tersebut, kedelai juga dikenal memiliki kandungan protein yang cukup tinggi dibandingkan sejumlah jenis kacang-kacangan lain, termasuk lentil dan chickpea.
Bagaimana Kedelai Mendukung Penurunan Berat Badan?
Ada beberapa mekanisme yang membuat kedelai dapat menjadi bagian dari pola makan untuk membantu mengontrol berat badan.
Membantu mengontrol nafsu makan
Kombinasi protein dan serat dalam kedelai dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama. Dengan rasa kenyang yang lebih terjaga, seseorang berpotensi lebih mudah mengontrol porsi makan dan mengurangi kebiasaan ngemil.
Pada akhirnya, pengurangan asupan kalori dapat membantu menciptakan defisit energi yang dibutuhkan dalam proses penurunan berat badan.
Mendukung metabolisme tubuh
Protein membutuhkan energi lebih besar untuk dicerna dibandingkan lemak dan karbohidrat. Karena itu, mencukupi kebutuhan protein dapat mendukung pengeluaran energi tubuh selama proses pencernaan.
Kedelai juga mengandung isoflavon yang terus diteliti terkait metabolisme lemak. Namun, efeknya sebaiknya dipandang sebagai bagian dari pola makan secara keseluruhan, bukan sebagai cara instan untuk membakar lemak.
Membantu mempertahankan massa otot
Ketika berat badan turun, tubuh tidak hanya kehilangan lemak tetapi juga berpotensi kehilangan massa otot. Asupan protein yang cukup dapat membantu mempertahankan massa otot, terutama jika dikombinasikan dengan aktivitas fisik dan latihan kekuatan.
Kedelai dapat menjadi salah satu sumber protein nabati untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Memiliki indeks glikemik rendah
Kedelai termasuk makanan dengan indeks glikemik rendah. Artinya, karbohidrat di dalamnya cenderung tidak menyebabkan peningkatan kadar gula darah secara cepat.
Pola makan yang membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil dapat mendukung pengendalian rasa lapar dan asupan makanan. Karena itu, kedelai dapat menjadi pilihan dalam menu diet yang seimbang.
Meski demikian, penurunan berat badan tetap bergantung pada keseluruhan pola makan, aktivitas fisik, kualitas tidur, serta jumlah kalori yang dikonsumsi. Kedelai dapat membantu melengkapi pola makan sehat, tetapi bukan makanan yang secara otomatis membuat berat badan turun dengan cepat.
