
Jakarta – Paparan polusi udara sulit dihindari, terutama bagi orang yang setiap hari beraktivitas di luar ruangan. Selain mengurangi kontak dengan udara tercemar, menjaga pola makan juga dapat menjadi salah satu cara untuk mendukung kesehatan sistem pernapasan.
Asap kendaraan, partikel halus, hingga berbagai zat kimia di udara dapat memicu stres oksidatif dan peradangan di dalam tubuh. Paru-paru menjadi salah satu organ yang paling sering terpapar dampak dari kondisi tersebut.
Menggunakan masker dan menghindari area dengan tingkat polusi tinggi tetap menjadi langkah penting. Namun, asupan makanan bergizi juga dapat membantu tubuh memperoleh antioksidan serta zat gizi yang dibutuhkan untuk menjaga fungsi organ.
Dikutip dari Times of India, berikut beberapa makanan dan minuman yang dapat dimasukkan ke dalam pola makan untuk mendukung kesehatan paru-paru.
1. Sayuran hijau
Bayam, kale, dan brokoli menyediakan berbagai vitamin dan senyawa tumbuhan yang bermanfaat bagi tubuh. Di antaranya vitamin C, E, dan K.
Brokoli juga mengandung sulforafan, senyawa yang dikaitkan dengan proses detoksifikasi alami tubuh. Mengonsumsi sayuran hijau secara rutin dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi sekaligus mendukung pola makan yang baik untuk kesehatan secara keseluruhan.
2. Buah-buahan citrus
Jeruk dan lemon merupakan contoh buah citrus yang kaya vitamin C. Vitamin ini memiliki sifat antioksidan dan membantu tubuh menghadapi stres oksidatif.
Asupan vitamin C yang cukup juga mendukung sistem kekebalan tubuh. Karena itu, buah citrus dapat menjadi pilihan camilan atau pelengkap makanan sehari-hari.
3. Buah beri
Blueberry, stroberi, dan raspberry memiliki kandungan antioksidan seperti antosianin serta vitamin C. Senyawa tersebut membantu melawan radikal bebas yang dapat terbentuk akibat berbagai paparan lingkungan.
Buah beri juga dikaitkan dengan efek antiinflamasi, sehingga dapat menjadi bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan jaringan tubuh, termasuk paru-paru.
4. Kunyit
Rempah berwarna kuning ini mengandung kurkumin yang dikenal memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi.
Kurkumin dapat membantu mengendalikan proses peradangan di dalam tubuh. Kunyit bisa dimanfaatkan sebagai bumbu masakan maupun dicampurkan ke dalam minuman, selama dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan yang seimbang.
5. Jahe
Jahe mengandung gingerol dan sejumlah senyawa fenolik yang memiliki sifat antiinflamasi. Rempah ini juga sering digunakan untuk membantu memberikan rasa nyaman pada saluran pernapasan.
Secangkir minuman jahe dapat menjadi pilihan ketika tenggorokan atau saluran pernapasan terasa kurang nyaman. Namun, jahe bukan pengganti pengobatan apabila muncul gangguan pernapasan yang serius.
6. Kacang dan biji-bijian
Almond, walnut, flax seed, dan biji bunga matahari menyediakan lemak sehat serta vitamin E. Beberapa jenis di antaranya juga mengandung asam lemak omega-3.
Nutrisi tersebut berperan dalam menjaga kesehatan sel dan membantu mendukung keseimbangan proses peradangan dalam tubuh. Kacang dan biji-bijian juga praktis dijadikan camilan dalam jumlah yang sesuai.
7. Teh hijau
Teh hijau mengandung epigallocatechin gallate (EGCG), salah satu senyawa antioksidan yang banyak diteliti. Kandungan tersebut membantu melindungi sel dari stres oksidatif.
Mengonsumsi teh hijau tanpa tambahan gula secara rutin dapat menjadi bagian dari pola makan yang lebih sehat. Selain mendapatkan antioksidan, tubuh juga memperoleh asupan cairan.
Berbagai makanan tersebut dapat dikombinasikan dalam menu sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan antioksidan. Meski demikian, makanan tidak dapat sepenuhnya menangkal dampak polusi udara.
Mengurangi paparan polutan, menggunakan perlindungan yang sesuai ketika kualitas udara buruk, tidak merokok, serta menjaga pola hidup sehat tetap menjadi langkah penting untuk mempertahankan kesehatan paru-paru.
